Ciri-Ciri Gangguan Oromotorik Pada Anak Beserta Solusinya

Source: detik.net.id

Detektips - Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya terlebih dahulu anda membaca artikel sebelumnya tentang Mengenali Gangguan Oromotor yang Menyebabkan Anak Susah Makan. Karena artikel ini merupakan lanjutan, anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih kompleks apabila membaca keduanya.

Pada pembahasan kali ini, saya akan lebih fokus membahas sebagaimana topik pada judul. Tulisan ini diambil dari pengalaman pribadi dan merujuk pada sumber-liteatur tentang kesehatan anak yang kredibel dan terpercaya.

Ciri-Ciri Gangguan Oromotorik

Pilah-Pilih Makanan
Anak yang mengalami gangguan oromotorik akan memilih makanan tertentu saja yang dimaui. Seleranya tidak menentu. Umumnya, bukan tergantung rasa, akan tetapi tekstur dan wujudnya. Dari segi tekstur, anak akan mengalami kesulitan menerima dan mengunyah makanan padat/kasar. Padahal dari segi usia, seharusnya ia sudah sanggup menerima makanan padat.

Sedangkan dari segi wujud, otak anak merekam jenis dan bentuk makanan yang pernah dicoba sebelumnya. Rekaman itu akan muncul kembali saat anak hendak diberi makan. Jika sebelumnya ia tidak doyan, maka anak akan melakukan gerakan tutup mulut. Ketidakmauan anak untuk mencoba makanan-makanan baru disebabkan pengalaman sebelumnya, bahwa ada makanan yang tidak cocok dimulutnya sehingga jarang mau mencoba makanan baru.

Anti legket
Gangguan Oromotorik pada anak menyebabkan ia enggan menerima makanan lengket, nasi dan pisang contohnya. Bukan jijik, makanan yang lengket membuat anak merasa ada benda aneh di mulutnya. Responnya, anak akan mengeluarkan makanan itu dari mulutnya.

Saya pernah mencoba memberikan nasi tim, yang teksturnya lumayan halus. Tapi tetap saja anak tidak mau. Karena selain dari tekstur, lengketnya makanan membuatnya tidak nyaman untuk makan.

Terlambat Bicara
Saat ini, anak saya berusia 18 bulan, tetapi ia belum mengucapkan satu kosa katapun yang memiliki makna. Padahal, umumnya anak berusia 12 bulan sudah bisa mengucapkan kosa kata sederhana, misalnya mama, papa, maem, dan mimik cucu. 

Nampaknya, terlambat bicara dipengaruhi oleh gangguan oromotorik. Anak tidak biasa menggerakan komponen mulut seperti lidah dan gigi. Sampai sekarang, ketika anak menginginkan sesuatu ia menggunakan bahasa isyarat (gerakan).

Solusi Mengatasi Gangguan Oromotorik
 
Terapi Wicara
Saat ini, sudah banyak Rumah Sakit dan Klinik yang membuka layanan terapi wicara. Ya, sebuah terapi untuk menyembuhkan mereka yang mengalami kendala bicara, termasuk anak-anak. 

Cara ini merupakan solusi yang instan, hal mana nantinya di Rumah Sakit, akan dilakukan pengamanan dan analisa mendalam akan gangguan yang dialami si anak. Mungkin saja, terlambat bicara disebabkan karena anak memang malas bicara, tidak biasa diajak komunikasi orang tua, atau memang karena gangguan oromotorik. Jika nantinya ditemukan indikasi oromotorik, maka akan dilakukan terapi lebih lanjut.

Pola Makan
Dokter Spesialis Anak, Dewi, pernah menerangkan padaku, bahwa anak susah makan bisa disebabkan karena pola makan yang berantakan sehingga mempengaruhi psikologi anak. Gangguan oromotorik menyebabkan anak susah makan, penanganan yang tidak tepat oleh orang tua menambah level susah makan menjadi anak tidak mau makan.

Kekhawatiran orang tua akan kurangnya asupan gizi sang anak, membuat orang tua berambisi dan terlalu nafsu memberikan anak makan dengan durasi pendek. Tiap jam, bahkan tiap beberapa menit, orang tua memberikan anaknya makan sembari berharap ia akan mau. Padahal itu bisa saja mengganggu psikologis anak. Ya mungkin akan ada makanan yang masuk, tapi sedikit saja. Dampaknya apa? Trauma makan atau gerakan tutup mulut dari si anak.

Solusinya, minimalisir pemberian makan pada anak. Kenalkan pada anak apa itu rasa lapar, hal mana satu-satunya jalan mengilangkan lapar ialah makan. Caranya, kesampingkan rasa tidak tega, dan terapkan rumus di bawah ini.

Para dokter anak memberikan penjelasan, bahwa umumnya anak akan merasa lapar saat tidak ada makanan dan minuman yang dikonsumsi 2 – 3 jam. Pola permisalan, anak bangun jam 6 pagi, berikan ia makan dengan waktu tidak lebih dari 15 menit. Apabila dalam waktu 15 menit anak tidak mau makan, berikanlah susu. 2 – 3 setelah percobaan memberi makanan, jangan berikan anak apapun, baik cemilan maupun air putih. Dan cobalah melanjutkan polanya pada jam 8.30, dengan menerapkan pola yang sama seperti sebelumnya.

Saya sendiri menerapkan pola ini, dan berhasil. Sekarang saya tidak akan memaksa anak saya untuk makan apabila ia tidak mau makan, untuk menghindari trauma. Saat ini, anak saya sudah tahu bahwa makan merupakan solusi lapar. Ia sudah bisa minta makanan, meski dengan menunjuk, saat ia lapar.

Karena anak sudah mulai doyan makan, saya mulai menaikan tekstur dari lembut menjadi agak kasar. Tentu saja hal ini untuk melatih gerakan mengunyahnya. Jangan canggung, bila perlu beri ia contoh mengunyah yang benar.

Latih Gerakan Mulut
Hal berikutnya yang bisa dilakukan orang tua berikutnya ialah melatih gerakan mulut anak dengan sederhana. Kita bisa mengajak anak untuk monyong, menjulurkan lidah lalu menggoyangkan ke kanan dan kiri. Berikanlah contoh pula praktik mengunyah yang benar. Semua itu untuk melatih otot-otot pada mulutnya untuk terbiasa bergerak.

Demikianlah artikel seputar gangguan oromotorik. Semoga anak-anak kita semua sehat, kuat, dan cerdas. Dan semoga artikelnya bermanfaat. ^^


----------------------
Ditulis oleh. Rozak Al-Maftuhin, S.Pd.I
Penulis dan Pemerhati Pendidikan Anak

0 Response to "Ciri-Ciri Gangguan Oromotorik Pada Anak Beserta Solusinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel